home -> Unik -> 3 Mitos Seputar Warna Merah Saat Imlek
14 Desember 2019 21:26

3 Mitos Seputar Warna Merah Saat Imlek

Oleh serba_tahu dalam Unik pada February 06, 2019

3 Mitos Seputar Warna Merah Saat Imlek

Bagi mereka yang bukan keturunan Tionghoa, warna merah mengingatkan orang akan api dan darah. Namun dalam budaya Cina, warna merah memiliki arti yang berbeda. Merah adalah warna yang sangat menguntungkan. Terlebih menjelang dan saat perayaan Imlek. Bahkan, ada tiga mitos kuno di Cina terkait dengan asal-usul penggunaan warna merah sebagai simbol keberuntungan. Berikut di antaranya.

Mitos pertama yakni kekaisaran. Pendiri dan kaisar pertama dinasti Han (202–195 SM) dikatakan sebagai "putra Kaisar Merah" (the son of RED emperor). Sejak itu, orang memutuskan untuk menghormati warna merah. Merah melambangkan otoritas dan hak istimewa.

Kedua, Nian Shou. Dahulu kala, seekor binatang buas yang disebu nian shou akan datang untuk melahap ternak pada Malam Tahun Baru Imlek. Konon, hewan mitos ini sensitif terhadap suara keras dan takut warna merah. Oleh karena itu, tradisi yang dilakukan setiap pergantian Tahun Baru China antara lain menyalakan petasan, menggantung lentera dan gulungan merah di jendela atau pintu, serta menampilkan Tarian Singa Tiongkok atau barongsai. Karena hal-hal inilah, nian shou tak pernah lagi muncul ke rumah orang-orang China.

Tiga, angpau.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira