home -> Berita -> Suhu Panas Terik Melanda Wilayah Indonesia
11 Desember 2019 14:02

Suhu Panas Terik Melanda Wilayah Indonesia

Oleh serba_tahu dalam Berita pada October 28, 2019

Suhu Panas Terik Melanda Wilayah Indonesia

Beberapa hari terakhir masyarakat merasakan cuaca yang sangat terik di beberapa wilayah Indonesia, termasuk ibu kota Jakarta. Utamanya di pagi dan siang hari, rasa terik menusuk  cukup hangat menjadi pembicaraan. Dilansir dari CNN Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas dengan cuaca cerah tanpa awan akan berlangsung hingga pekan depan.

"Potensi suhu panas di siang hari masih harus diwaspadai hingga sepekan ke depan," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Miming Saepudin, dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan. Suhu maksimum yang diprediksi BMKG hingga pekan depan bisa mencapai 39 derajat celsius. Sementara di dua hari belakangan pula, BMKG mencatat suhu tertinggi terjadi di Semarang yang juga mencapai 39 derajat Celcius.

Dijelaskan lebih lanjut, suhu terik ini terjadi karena posisi matahari berada di titik kulminasi tertinggi, tidak ada awan yang menutupi, dan suhu kelembapan yang rendah. Akibatnya cahaya matahari langsun menuju wilayah Indonesia sehingga cuaca menjadi panas. "Minum air yang cukup jangan sampai dehidrasi, gunakan pakaian yang nyaman, kurangi aktivitas di bawah matahari atau kenakan pelindung," kata Sesditjen P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto.

Cuaca panas ini diprediksi tidak akan berlangsung lama karena akan berganti menjadi musim hujan. Saat ini, awan hujan mulai terbentuk dan diprediksi wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Kalimantan bagian selatan akan mulai memasuki musim hujan pada akhir November hingga awal Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Miming pun menegaskan jika fenomena matahari terik ini berbeda dengan gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa dan India. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak termakan hoaks yang banyak beredar. Gelombang panas terjadi pada wilayah yang berada di lintang tinggi. Gelombang panas itu terjadi karena pengaruh atmosfer di kutub dan lintang menengah.

Menurut Miming, di Indonesia tak mungkin terjadi gelombang panas karena secara dinamika berbeda. Indonesia berada di ekuator sehingga kondisi cuaca dan fenomena berbeda.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Berita
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Berita
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Berita
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Berita
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Berita
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Berita
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Berita
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Berita
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Berita
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Berita
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Berita
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Berita
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Berita
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Berita
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Berita
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Berita
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Berita
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Berita
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Berita
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Berita
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira