Selain lewat iklan popup di website abal-abal yang kerap tak sengaja kita buka, malware sangat mudah untuk menyusup ke laptop kita. Salah satunya lewat email. Surat elektronik ini seringkali dianggap jadi platform ampuh untuk sebar malware, karena pengguna dengan mudah membuka jika ada email masuk ke inbox.
Nah, guna membuat kita lebih awas terhadap email berisi malware, penipuan, hoax, hingga virus itu, lembaga keamanan siber SecurityMetrics membeberkan beberapa jenis email yang dikatakan berbahaya dan sebaiknya tidak usah dibuka.
Email pertama yang tidak perlu dibuka adalah email yang dikirim dari lembaga intelijen pemerintah. Apabila sebelumnya Anda tidak pernah berurusan dengan lembaga pemerintahan namun tiba-tiba mendapat email dari KPK, Polri, atau Kejaksaan, kemungkinan besar email-email tadi palsu. Banyak pula yang mendapat email ini dari FBI, CIA, dan lembaga intelijen lain. Alasannya jelas, untuk lembaga tadi, email tentu bukan cara menghubungi orang yang pertama dipilih.
Selanjutnya adalah email teman lama, email tagihan pembayaran, email akun kadaluarsa, kabar terinfeksi virus, email hadiah, email pengumuman dari ban, email penuduhan, email dari dinas pajak, dan email konfirmasi keamanan.