home -> Unik -> Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Es Bening?
22 Mei 2022 17:00

Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Es Bening?

Oleh serba_tahu dalam Unik pada May 04, 2021

Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Es Bening?

Beberapa negara di dunia di Eropa dan Amerika, maupun sebagian Asia, memiliki empat musim, salah satunya musim dingin dengan hujan salju putih yang terkadang menutupi jalanan. Mungkin musim ini tidak dialami negara-negara tropis seperti Indonesia, yang hanya memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau seperti Indonesia, mungkin tidak pernah merasakan musim dingin atau salju. Hal ini disebabkan karena Indonesia berada di sekitar garis ekuator (khatulistiwa) dan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Kendati demikian, mengapa salju berwarna putih, padahal, air atau es biasa berwarna bening?

Kenneth Libbrecht, profesor fisika di Institut Teknologi California, Amerika Serikat, dan penulis snowcrystals.com mengatakan untuk memahami hal ini kita harus tahu bagaimana H2O atau hidrogen yakni air, zat yang pada dasarnya bening, dapat berubah menjadi sesuatu yang putih. "Jika Anda mengambil sepotong kaca, seperti kaca jendela, yang jelas-jelas bening, tapi kemudian Anda mengeluarkan palu dan Anda menghancurkan panel menjadi potongan-potongan kecil kaca itu kemudian berwarna putih" jelas Libbrecth dilansir Live Science. Libbrecht mengatakan kunci dari perbedaan warna ini adalah bagaimana cahaya berinteraksi dengan satu permukaan seperti jendela dengan permukaan multi-segi seperti pecahan kaca. Konsep yang sama berlaku pula untuk salju. Jawaban dari rahasia alam semesta tentang mengapa warna salju putih, kuncinya ada pada penjelasan ilmiah terkait prinsip ilmu optik, yakni pembiasan cahaya.

Jadi, ketika cahaya mengenai suatu benda, ia diteruskan melewati benda itu lalu diserap (ia "meresap" ke dalam benda), atau dipantulkan (ia memantul dari benda itu). Ketika cahaya mengenai permukaan datar yang halus seperti kaca atau es, sinarnya yang terlihat umumnya langsung melewati tanpa hambatan. Dan karena mata kita hanya melihat objek dengan memproses gelombang cahaya yang dipantulkan atau diserap oleh suatu objek. Inilah yang menyebabkan mengapa kaca dan es sering tampak jernih.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
  • Most Popular
  • Most Commented
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira