home -> Berita -> Dampak Perang Rusia Ukraina Bagi Ekonomi Indonesia
04 Oktober 2022 16:33

Dampak Perang Rusia Ukraina Bagi Ekonomi Indonesia

Oleh serba_tahu dalam Berita pada March 07, 2022

Dampak Perang Rusia Ukraina Bagi Ekonomi Indonesia

Perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung hingga hari ini. Konflik kedua negara kian memanas dan menyita perhatian masyarakat global. Secara global, perang di Ukraina adalah "bencana" bagi dunia yang akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi global. "Perang di Ukraina terjadi pada saat yang buruk bagi dunia karena inflasi sudah naik," kata presiden Bank Dunia, David Malpass, dikutip dari BBC. Namun, bagaimana dampak ekonomi perang Rusia-Ukraina bagi Indonesia?

1. Harga gandum melambung

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu dampak perang Rusia-Ukraina adalah kenaikan harga gandum. Menurutnya, kenaikan harga gandum cepat atau lambat akan berdampak pada konsumen di Indonesia, mengingat gandum merupakan bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu. "Kelangkaan gandum atau kenaikan harga karena konflik di Ukraina bisa meningkatkan harga produk turunan termasuk mi instan, tapi ini semua bergantung," ujar Bhima, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/3/2022) siang. "Karena mi instan ini merupakan segmen masyarakat menengah ke bawah, yang artinya dalam situasi saat ini banyak yang belum siap menerima kenaikan harga," imbuhnya. Solusinya, kata dia, margin keuntungan dari produsen mi instan yang akan dipangkas atau ukuran dari mi instan diperkecil, atau mengeluarkan produk mi instan dengan kualitas lebih rendah. Bhima menerangkan, dari sisi pemerintah bisa membantu memfasilitasi pengusaha mi instan untuk mendapatkan suplai bahan baku gandum selain dari Ukraina.

2. Harga minyak mentah melonjak

Invasi Rusia ke Ukraina membuat harga minyak mentah melonjak hingga melewati level 100 dollar per barel. Kondisi tersebut membuat beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi merasakan dampaknya secara langsung. Bhima mengatakan, lonjakan harga minyak dunia membuat perusahaan pelat merah membebankan berbagai kenaikan harga ini kepada masyarakat. "Termasuk LPG nonsubsidi yang telah disesuaikan dua kali harganya, sudah naik dua kali, kemudian juga untuk BBM jenis non subsidi juga dilakukan penyesuaian," ujarnya. Menurutnya, kenaikan tersebut langsung menguras cashflow dan membuat BUMN berada di bawah tekanan utang atau debt distress. Ada tekanan utang yang cukup dalam karena ada lonjakan harga minyak mentah secara global. "Sementara dari sisi pemerintah dana kompensasinya mungkin kurang, sehingga kemudian dinaikan ke level konsumen, ini kan konsekuensi pertama," kata Bhima.

3. Fluktuasi nilai tukar

Konsekunsi kedua ada bagi BUMN karya yang memiliki beban utang atau debt to equity rasio-nya juga besar harus waspada. Pasalnya, krisis di Ukraina juga menciptakan dua hal faktor kunci yang salah satunya adalah fluktuasi nilai tukar yang membuat beban utang luar negeri naik. Termasuk di dalamya adalah bunga pinjaman juga akan semakin mahal. Kedua, trend kenaikan suku bunga akan lebih cepat jadi bunga pinjaman juga akan naik. "Jadi sudah rate bunga pinjamanya naik secara nominal karena fluktuasi nilai tukar terhadap dollar akhirnya juga membuat utang luar negerinya juga mengalami kenaikan, itu kondisi yang membuat BUMN yang debt equity rationya cukup tinggi atau beban utang terhadap modalnya cukup besar, ini akan kesulitan menghadapi krisis ukraina," kata Bhima. Sementara itu, desakan dari masyarakat juga kuat untuk bagaimana BUMN bisa berkontribusi untuk menjaga stabilitas harga. Kini, yang harus diperhatikan adalah risiko utang BUMN.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh deka dalam Berita
  2. 2
    oleh lensaterkini dalam Berita
  3. 3
    oleh dedenandang dalam Berita
  4. 4
    oleh lensaterkini dalam Berita
  5. 5
    oleh lensaterkini dalam Berita
  6. 6
    oleh rikzanovita dalam Berita
  7. 7
    oleh lensaterkini dalam Berita
  8. 8
    oleh bahamutkazuto dalam Berita
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Berita
  10. 10
    oleh lensaterkini dalam Berita
  1. 1
    oleh rikzanovita dalam Berita
  2. 2
    oleh rikzanovita dalam Berita
  3. 3
    oleh rikzanovita dalam Berita
  4. 4
    oleh rikzanovita dalam Berita
  5. 5
    oleh rikzanovita dalam Berita
  6. 6
    oleh deka dalam Berita
  7. 7
    oleh deka dalam Berita
  8. 8
    oleh madoen dalam Berita
  9. 9
    oleh aniftofani dalam Berita
  10. 10
    oleh aniftofani dalam Berita
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira