home -> Lifestyle -> 5 Penyebab Pembuluh Darah Pecah
02 Desember 2022 12:32

5 Penyebab Pembuluh Darah Pecah

Oleh serba_tahu dalam Lifestyle pada September 06, 2022

5 Penyebab Pembuluh Darah Pecah

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah. Mayoritas kasus pembuluh darah pecah disebabkan oleh kecelakaan. Pembuluh darah pecah bisa menyebabkan lebam. Akan tetapi, pembuluh darah pecah juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi medis lain yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab pembuluh darah pecah dan mewaspadainya. Berikut ini beberapa penyebab pembuluh darah pecah yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Hipertensi

Penyebab pembuluh darah pecah yang pertama adalah hipertensi. Mengutip dari situs Mayoclinic, hipertensi adalah suatu kondisi yang sering terjadi, yaitu ketika tekanan darah yang diterima oleh pembuluh darah terlalu kuat dan dalam jangka waktu yang panjang. Hipertensi dapat merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk sakit jantung.

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan hipertensi. Pertama adalah umur, ras, dan keturunan. Selain itu, obesitas, kelebihan berat badan, kurang olah raga juga bisa menyebabkan hipertensi. Hipertensi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup seperti terlalu banyak mengkonsumsi sodium, tembakau, alkohol, dan kurangnya asupan potasium. Di samping itu, stres dan juga kondisi kronis lainnya juga bisa menyebabkan hipertensi.

Hipertensi bisa menyebabkan berbagai masalah medis yang serius, termasuk aneurisma. Aneurisma adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat pelemahan dinding pembuluh darah. Pembuluh darah yang bengkak ini dapat sewaktu-waktu pecah dan menyebabkan pendarahan dalam tubuh. Pendarahan dalam tubuh yang disebabkan oleh aneurisma dapat bersifat fatal.

2. Vaskulitis

Penyebab pembuluh darah pecah yang berikutnya adalah vaskulitis. Mengutip dari sumber yang sama, vaskulitis adalah peradangan yang terjadi di pembuluh darah manusia. Peradangan tersebut dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi tebal, membuat saluran darah di pembuluh darah tersebut menyempit. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan organ dan jaringan tubuh manusia.

Vaskulitis dapat menyerang satu organ maupun beberapa organ sekaligus. Kondisi ini bisa terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang dan bisa menyerang siapa saja. Penyebab pasti dari vaskulitis belum diketahui, akan tetapi beberapa kondisi medis seperti infeksi, kanker darah, penyakit kekebalan tubuh, serta reaksi terhadap obat-obatan tertentu diduga dapat menyebabkan vaskulitis. Hal-hal seperti umur, keturunan, pengobatan, infeksi, gaya hidup, kelainan sistem kekebalan tubuh, dan jenis kelamin juga mempengaruhi resiko vaskulitis.

Gejala vaskulitis meliputi demam, sakit kepala, rasa letih, penurunan berat badan, serta rasa sakit dan nyeri di badan. Vaskulitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang serius seperti infeksi, kebutaan, dan kerusakan organ. Selain itu, vaskulitis juga bisa menyebabkan aneurisma atau pembengkakan pembuluh darah dan bisa menyebabkan pembuluh darah pecah.

3. Aterosklerosis

Penyebab pembuluh darah pecah yang ketiga ialah aterosklerosis. Mengutip dari situs Healthline, arterosklerosis ialah kondisi penyempitan pembuluh darah karena munculnya plak-plak di pembuluh darah. Plak pada pembuluh darah tersebut terbentuk dari endapan lemak, kolesterol, serta kalsium.

Aterosklerosis disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam tubuh, pola makan yang tidak sehat, serta penuaan. Gejala Aterosklerosis meliputi rasa sakit pada bagian dada, kaki, lengan dan bagian-bagian tubuh lainnya yang terdapat penyumbatan pembuluh darah; nafas yang pendek; rasa letih; kebingungan; kehilangan kemampuan motorik dan sensorik pada salah satu sisi tubuh, serta lemahnya otot kaki.

Aterosklerosis dapat menyebabkan beberapa jaringan tubuh kekurangan suplai darah dan oksigen. Bagian-bagian plak di pembuluh darah juga bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Ateroklerosis bisa menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Aterosklerosis juga bisa membuat pembuluh darah menjadi semakin lemah dan meningkatkan resiko pecahnya pembuluh darah.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira